KLASIFIKASI DIABETES MILITUS

Menurut ADA (2013) klasifikasi diabetes mellitus meliputi empat kelas klinis
yaitu :

  1. Diabetes Mellitus tipe 1
    Hasil dari kehancuran sel beta pankreas, biasanya menyebabkan defisiensi
    insulin yang absolut atau tubuh tidak mampu menghasilkan insulin. Penyebab
    dari diabetes mellitus ini belum diketahui secara pasti. Tanda dan gejala dari
    diabetes mellitus tipe 1 ini adalah poliuria (kencing terus menerus dalam
    jumlah banyak), polidipsia (rasa cepat haus), polipagia (rasa cepat lapar),
    penurunan berat badan secara drastis, mengalami penurunan penglihatan dan
    kelelahan.
  2. Diabetes Mellitus tipe 2
    Hasil dari gangguan sekresi insulin yang progresif yang menjadi latar belakang
    terjadinya resistensi insulin atau ketidakefektifan penggunaan insulin di dalam
    tubuh. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling banyak
    dialami oleh seseorang di dunia dan paling sering disebabkan oleh karena berat
    badan berlebih dan aktivitas fisik yang kurang. Tanda dan gejala dari diabetes
    mellitus tipe 2 ini hampir sama dengan diabetes mellitus tipe 1, tetapi diabetes
    mellitus tipe 2 dapat didiagnosis setelah beberapa tahun keluhan dirasakan oleh
    pasien dan pada diabetes mellitus komplikasi dapat terjadi. Diagnosis klinis
    diabetes mellitus umumnya akan dipikirkan bila ada keluhan khas berupa
    poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat
    dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang mungkin dikeluhkan pasien adalah
    lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta
    pruritus vulva pada pasien wanita (Purnamasari, 2009).
  3. Diabetes tipe spesifik lain
    Diabetes tipe ini biasanya terjadi karena adanya gangguan genetik pada fungsi
    sel beta, gangguan genetik pada kerja insulin, penyakit eksokrin pankreas dan
    dipicu oleh obat atau bahan kimia (seperti pengobatan HIV/AIDS atau setelah
    transplantasi organ).
  4. Gestational Diabetes
    Diabetes tipe ini terjadinya peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia
    selama kehamilan dengan nilai kadar glukosa darah normal tetapi dibawah dari
    nilai diagnostik diabetes mellitus pada umumnya. Perempuan dengan diabetes
    mellitus saat kehamilan sangat berisiko mengalami komplikasi selama
    kehamilan. Ibu dengan gestational diabetes memiliki risiko tinggi mengalami
    diabetes mellitus tipe 2 dikemudian hari. Gestational diabetes lebih baik
    10
    didiagnosa dengan pemeriksaan saat prenatal karena lebih akurat dibandingkan
    dengan keluhan langsung yang dirasakan klien (Arisman, 2011).

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai